Monday, July 11, 2016

Pengalaman Tidur di Bandara Jepang, Hongkong, Singapore, Malaysia


Setiap travelling, yang mengurus itinerary, penginapan, trasportasi, akomodasi itu adalah mama saya. Ya, setiap jalan-jalan keluar negeri, pasti mama saya yang ngurus semuanya. Karena mama saya hobi travelling pake banget, dan hobi nya itu nular juga ke anak-anaknya. Tentu saja yang mengusulkan tidur di bandara ini juga bukan saya, tapi mama saya. Biasanya karena penerbangan terlalu malam atau terlalu pagi, jadi sayang kan kalau booking hotel? Rugi gitu loh cuma dipakai sebentar tapi bayarnya full (ciri-ciri orang pelit hemat).




Nah, sekarang saya akan berbagi pengalaman saya tidur di bandara beberapa negara berikut ini




1. Haneda International Airport - Tokyo, Japan (2013)

Saya backpacker-an berdua sama mama saya ke Jepang. Waktu itu flight pesawatnya terlalu malam sehingga mama mengusulkan untuk tidur di bandara saja. Nyari tempat untuk tidur di bandara Haneda ini gak terlalu susah kok, cuma jangan mengharapkan tidur di sofa ya, karena sejauh mata saya memandang sih gak ada sofa untuk ditidurin di sini (atau mungkin saya nya yang kurang merhatiin?). Tapi saya tidur setelah keluar dari bagian imigrasi (biasanya kalau di tempat sebelum imigrasi, banyak sofa-sofa empuk gitu buat tidur, sedangkan di luar tempat imigrasi, hanya kursi-kursi biasa yang keras aja). Maklum, waktu itu percobaan pertama kami, jadi belum tau soal itu.

Waktu itu kami tidur di dekat eskalator. Nah inilah kesalahan kami, karena eskalator di bandara ini tuh BERISIK banget! Berisiknya itu jadi di eskalator ini ada suara orang (suara mesin), saya lupa dia ngomong apa, kalau gak salah sih supaya berhati-hati saat naik eskalator. Setiap detik itu dia bunyiiii terus. Bener-bener ganggu tidur! Alhasil, kami tidak bisa tidur dengan nyenyak disitu... Mau pindah tapi takut gak dapet tempat lagi, jadinya yasudah, kami pasrah saja.

Untuk toiletnya, ya pasti sudah banyak yang tau dong ya kalau toilet di Jepang itu ribet dan banyak tombol macem-macem. Dan yang paling banyak tombolnya itu ya yang di bandara ini! Jadi, perhatikanlah keterangan tombolnya baik-baik sebelum kalian menekan tombolnya. Tapi toilet-nya bersih bangettt.. Sayangya gak ada semprotan konvensional nya kaya di Indonesia :( (adanya semprotan yang udah di built-in dari toilet nya).

Maaf saya gak punya foto tidur di bandara ini, karena saya belum kepikiran waktu itu untuk ngeblog soal ini.

Kesimpulan
Tempat tidur: mudah dicari namun tidak ada sofa setelah keluar imigrasi
Toilet: bersih banget tapi tidak ada semprotan konvensional dan hanya semprotan built-in dari toilet saja

2. Hong Kong International Airport - Hong Kong (2015)

Backpackeran kali ini saya pergi bersama orang tua dan kakak saya. Pas di Hong Kong ini saya tidur setelah keluar dari imigrasi juga, jadi ya tidak ada sofa yang enak, cuma ada bangku yang keras. Waktu itu saya tidur di kursi samping McDonald's. Di sana kursinya bisa dipakai selonjoran. Nah, waktu itu kami sekeluarga kelaperan pas tiba di Hong Kong, dan cuma ada McDonald's sama Seven Eleven. Karena kita mau berhemat, jadi kita beli makanan instant (yang tidak dipanasin pakai microwave) dan itu GAK ENAK BANGET! Lalu besoknya kita baru tau kalau di lantai atas ada food court dan makanannya enak dan gak terlalu mahal :(

Oh ya, bagi yang beragama muslim wajib berhati-hati dalam mencari makanan di Hong Kong, karena hampir di semua tempat (sevel, McDonald's, food court) mengandung babi.

Kesimpulan
Tempat tidur: mudah dicari namun tidak ada sofa setelah keluar imigrasi
Toilet: bersih banget tapi tidak ada semprotan konvensional


3. Changi International Airport - Singapore (2015)


Nah ini pengalaman paling mengesankan dalam sejarah pertiduran-saya-di-bandara. Kenapa? Karena kami sempat diusir oleh polisi di sana! Jadi gini ceritanya. Saat pulang dari Hong Kong, kami turun di Bandara Changi ini (bukan transit, tetapi kami memang akan melanjutkan pergi melalui Ferry di Harbour Front Singapore ke Batam keesokan siang-nya). Sehingga kami memilih untuk tidur semalam di Bandara Changi. Nah, disini kami tidak keluar dari imigrasi, karena kami sudah menemukan sofa yang enak untuk ditiduri. Maka tidurlah kami disitu.

Lalu pas subuh sekitar jam 2 pagi, datanglah polisi dengan senjata lengkap (bawa semacam rifle gitu) dan menghampir setiap orang yang tidur, lalu dimintain passport dan boarding pass. Awalnya papa saya yang dibangunin dan ditanya, tapi papa saya gak bisa bahasa inggris, dan dilemparlah ke mama saya. Mama saya menunjukkan passport kami dan boarding pass. Mama bilang ke polisi itu kalau besok kita mau pergi ke Batam naik Ferry. Lalu katanya, kita gak boleh nunggu disitu dan harus keluar melalui imigrasi. Sedihnyaa, padahal udah PW (posisi wenak) banget disitu :( Dengan sedihnya kami mengemasi barang dan dengan masih setengah sadar, kami ke bagian imigrasi. Usut punya usut, ternyata tempat tersebut hanya boleh ditempati oleh orang yang transit. Tapi hal ini sepertinya cuma berlaku di Bandara Changi deh.

Akhirnya setelah keluar melalui imigrasi, kami mencari tempat tidur lagi. Tapi, sulit sekali menemukan tempat tidur yang nyaman, karena kursinya ada sekatnya, jadi gak bisa selonjoran deh :( Bahkan ada orang yang tidur di rerumputan loh! (Tapi rerumputan artificial gitu, hanya hiasan doang) Kocak banget. Saking susahnya nyari tidur di bandara ini setelah keluar dari imigrasi. Lalu kami menemukan tempat bermain anak-anak gitu, ada perosotannya. Di sana banyak orang tidur, dan kocaknya adalah, ada orang yang tidur di perosotannya. Aduh bener-bener deh pengalaman tidur di sini paling kocak. Lalu kami memtuskan untuk tidur di dekat tempat bermain itu.

Yang kocaknya lagi adalah, ada orang yang ngorok sampai 1 ruangannya itu suaranya penuh dengan suara ngorok dia. Papa saya kalau tidur juga ngorok, tapi orang ini bener-bener melebihi papa saya.

Jadi kalau tidur di bandara, siapkan jaket, penutup mata dan kalau perlu penutup telinga :")

Kesimpulan
Tempat tidur: mudah dicari namun tidak ada sofa setelah keluar imigrasi. Jangan coba-coba tidur sebelum keluar imigrasi jika tidak transit!
Toilet: bersih banget dan ada semprotannya!

4. Kuala Lumpur International Airport (KLIA 2) - Kuala Lumpur, Malaysia (2016)

Nah ini pengalaman saya yang terbaru. Kali ini saya backpackeran sekeluarga juga. Kami tiba di bandara ini sekitar jam 12 malam waktu malaysia. Bandara ini bagus banget deh udah kayak mall, maklum ini bandara Malaysia yang terbaru katanya, berbeda sekali dengan LCCT yang dulu pernah saya kunjungi tapi tidak pernah saya tiduri (maaf agak ambigu kata-katanya). Tapi sayangnya toiletnya agak kotor. Kami memutuskan untuk makan dulu di sini karena udah kelaperan. Makanan yang kami makan adalah mie gitu di restoran yang namanya Nooodles. Mie-nya enak, yang kuah porsinya besar banget dan gak mengandung babi.
Taiwan Beef Dry Noodle (RM 22.90)

Penang Curry Noodle (RM 22.90)

Akhirnya kami memulai perburuan tempat tidur. Lalu ditemukanlah banyak sofa di samping restoran fukuya! Letaknya ini di lantai 2 tempat banyak restoran dan agak pojok letaknya. Selantai sama Nooodles, tapi dari ujung ke ujung sih kalau dari Nooodles ini. Dan inilah penampakan tempatnya.



Lumayan enak loh, dan saya dapet di sofa yang panjang juga. lol.

Kesimpulan
Tempat tidur: mudah dicari dan ada sofa, dan denger-denger boleh tidur juga di musholla, tapi saya gak berani nyoba
Toilet: agak kotor tapi masih terbilang cukup lah ya. Ada semprotannya.

Tips dari saya untuk yang mau tidur di bandara:
1. Bawa perlengkapan seperti penutup mata, jaket (jika tidak mau bawa jaket karena berat, bawalah sesuatu untuk menutup tubuh seperti selendang atau sarung supaya gak kedinginan), penutup mata. Kalau kalian emang lebih niat lagi, bawa bantal leher juga dan yang terakhir pakailah celana panjang, karena di bandara biasanya AC nya dingin banget terutama di Changi.

2. Kalau bisa tidak usah taruh barang di bagas pesawat supaya gak usah keluar dulu dari imigrasi. Soalnya kursi-kursi di tempat sebelum keluar imigrasi jauh lebih enak, dan biasanya ada sofa.

3. Kalau bisa tas yang berisi barang-barang penting seperti uang dan passpor dipeluk aja saat tidur.

4. Gak usah jaim, karena orang tidur di bandara itu sudah biasa. Tapi buat kalian yang jaim, bawalah sesuatu untuk menutupi muka.

Maaf yang ada fotonya hanya yang di Kuala Lumpur, karena saya baru kepikiran untuk ngeblog saat disitu, Berikutnya jika Tuhan memberi saya kesempatan lagi untuk travelling dan tidur di bandara, saya akan berbagi lagi dan meng-update post ini :)

1 comment:

Feel free to comment here :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...