Thursday, July 14, 2016

Yuk Backpacking ke Vietnam (Ho Chi Minh City) - Tidur di KLIA2, Tiba di HCMC, Menyicipi Pho dan Banh Mi [Part 1]

Baru beberapa minggu yang lalu aku pergi backpacking bersama keluarga ke Vietnam, tepatnya Ho Chi Minh City. Siapa yang mengusulkan untuk jalan-jalan ke Vietnam? Seperti biasa, mamaku yang ngusulin buat backpacking ke Vietnam. Hahaha. Aku sih seneng-seneng aja diajak ke Vietnam, toh aku juga libur hampir 3 bulan. Daripada nganggur di rumah, mending jalan-jalan ke luar negeri cari suasana baru. Tapi di trip kali ini kami ga cuma ke Ho Chi Minh aja, tapi juga ke Kuala Lumpur (walupun hanya transit) dan ke Singapore juga (walaupun hanya jalan-jalan 3 hari 2 malam).

Semua penerbangan dan penginapan sudah diatur sama mama melalui Traveloka (post ini tidak disponsori ya). Mama emang selalu jadi tour guide kami yang terbaik! Jadi rute perjalanan kami adalah seperti ini: 

 Jakarta (Soekarno-Hatta) - Kuala Lumpur (KLIA 2) - Ho Chi Minh (Tan Son Nhat) - Singapore (Changi) - Naik Ferry dari Harbourfront Singapore - Batam Centre (Pelabuhan Ferry) - Batam (Hang Nadim) - Jakarta (Halim Perdanakusuma) 

Selfie dulu sebelum berangkat

Kami naik pesawat Lion Air dari Bandara Soekarno Hatta. Penerbangan sekitar jam 9 malam dan tiba di Malaysia kalau gak salah sekitar jam 11 waktu Malaysia. Perbedaan waktu antara Jakarta dan Malaysia adalah Malaysia 1 jam lebih cepat, sehingga kami memutuskan untuk tidur terlebih dahulu di bandara (lihat pengalaman saya tidur di bandara pada post ini). Lalu paginya kami bangun agak lebih cepat karena kami harus pindah terminal untuk check-in penerbangan berikutnya ke Ho Chi Minh dan pindah terminal-nya di bandara ini tuh naik kereta (cuma sebentar sih, paling sekitar 2 menit). Seperti yang saya katakan di post "Pengalaman Tidur di Bandara", KLIA 2 ini keren loh kayak mall (katanya sih emang mau dijadiin mall gabung sama bandara).

Nah, lalu kami keluar dulu dari imigrasi, lalu naik kereta ke terminal yang untuk check-in itu (saya lupa sih terminal berapa). Nah, kami tiba-nya terlalu cepat, jadi kami sarapan dulu di terminal tersebut. Makanan di terminal ini lebih murah loh saudara-saudara, padahal restorannya sama :( Selisih harganya beda sekitar 7 RM. Tapi yasudahlah ya... Btw nama restorannya Nooodles (saya sudah sebutkan juga di post ini mengenai apa yang saya makan dan berapa harganya). Setelah makan, koko saya ngidam teh tarik, jadi kami beli minum dulu di sebuah kafe. Terus aku ikutan pesen ice choco mint. Harganya mahal setara starbucks, tapi serius minumannya gak enak, banyak es-nya doang. Aku gak mau sebutin namanya, takut dikira pencemaran nama baik. Tapi serius deh, rugi beli minum disitu! (Untung dibayarin sama koko).

Selfie di toko kopi yang gak enak dan mahal itu. And yes, saya gak ganti baju!
Oke lanjut, lalu kami ngantri untuk check-in pesawat. Pesawat yang kami naiki adalah sebuah maskapai penerbangan dari Vietnam yaitu VietJet Air. Pesawatnya gak beda dengan pesawat biasanya yang sering saya naikin sih, cuma baju pramugari-nya lucu deh, pakai celana pendek kotak-kotak gitu. Biasanya kalo maskapai lain pakai rok span gitu kan cewe-cewenya. Oiya pramugari-nya yang pasti orang Vietnam yaa. Dan seperti biasa, di pesawat aku dikira orang Vietnam juga, jadi mereka ngajak ngomong aku pakai bahasa Vietnam dan aku gak ngerti dong :(

Setelah penerbangan selama 2 jam, kami tiba di bandara Tan Son Nhat. Yeay! Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Vietnam, jadi waktu Vietnam sama dengan Waktu Indonesia Bagian Barat. Setelah mengambil bagasi, kami langsung keluar dari imigrasi. Lalu mama mau menukar uang dulu dari Rupiah ke Vietnam Dong di bandara. Di bandara ini ada banyak money changer. Tapiiii... saran saya JANGAN tuker uang di bandara! Kenapa? Rate-nya jauh beda sama di dalam kota. Jadi rasanya tuh seperti ditipu deh, beda rate-nya lumayan jauh lho. Jadi lebih baik jangan tukar uang di bandara ya.

Nah, karena penginapan kami di dekat daerah Ben Tanh, kami naik bus No. 152. Biaya per-orang adalah 5.000 VND (sekitar Rp. 3.000), padahal jaraknya cukup jauh lho, murah banget kan? Selain itu, gak ada tambahan biaya lagi padahal kami membawa koper dan bawaan cukup banyak. Tapi keadaan bus saat itu memang sedang sepi. Bus-nya juga sudah ber-AC lho!

Bus no. 152
Kami tiba di terminal bus Ben Tanh. Nah, terminal ini tuh tempat pemberhentian terakhir, jadi gak usah khawatir jika kalian menginap di daerah ini, kalian gak akan kelewatan terminal kok, karena pasti bus-nya berhenti di sini. Oh iya, sistem bus di Vietnam menurut saya sudah lebih maju dari di Indonesia ya (jika dibandingkan dengan kopaja atau metro mini). Jadi bus ini kita memang gak wajib naik dari terminal, dari pinggir jalan juga bisa, tapi kalau mau berhenti di pinggir jalan, cukup tekan tombol aja (sudah disediakan tombol jika kita mau berhenti). Nah, nanti tombolnya akan memberikan notif ke pengemudi-nya untuk berhenti. Tapi saran saya, tetap naik dari terminal bus yang sudah disediakan saja yaa.

Untuk lalu lintas, Vietnam LEBIH PARAH dari Jakarta. Motor-nya banyak banget dan mereka ngebut gak mau ngalah. Setiap nyebrang, kami pasti diklakson sama mobil ataupun motor dari berbagai arah. Kalau kita orang Jakarta mungkin udah terbiasa ya, tapi yang aku bingung adalah kalo orang-orang yang tinggal di negara-negara maju, ngeliat lalu lintas semrawut gitu, ngeri juga kali yaa hahaha. Jadi kalau di Vietnam ini, trik nyebrangnya adalah hantam ajaaa, bodo amat diklaksonin, yang penting gue nyebrang! Biarlah motor dan mobilnya yang menghindari kita. lol *pengalaman pribadi*. Ini kira-kira keadaan lalu lintas di HCMC, saya rekam melalui kamera snapchat saat di bus:

video


Oke lanjut ya, setibanya kami di terminal Ben Tanh, kami langsung mencari hotel. Tapi karena lapar dan melihat ada restoran Pho 2000, kami akhirnya memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Pho 2000 di Ben Tanh ini letaknya di lantai 2 dari Coffee Bean. Pho itu ibaratnya mie ayam kalo di Jakarta. Di mana-mana ada yang jual pho! Nah, Pho 2000 ini sih katanya restoran pho paling terkenal di Vietnam karena katanya presiden Bill Clinton pernah makan disini. Oke ini bisa dibilang pertama kalinya aku makan pho. Rasanya enak sihh, dan mangkoknya itu gede banget! Cuma entah kenapa tampang karyawan-nya jutek semua. Harganya juga mahal. Sesuai sih dengan porsinya yang banyak. Tapi kalau ngeliat tampang yang ngelayaninnya jutek gitu kan jadi males juga. Streotype kami terhadap orang Vietnam jadi kurang baik gegara makan disini. Tapi ya boleh kok dicoba si Pho 2000 ini kalau kalian ada rencana ke HCMC (Ho Chi Minh City). Hati-hati bagi yang beragama muslim karena di Pho 2000 ini ada makanan yang mengandung babi.

Menu Pho 2000

Pho Bo (Beef Pho Noodle)
Pho Bo Sot Vang (Beef Stew Noodle)
Com Suon Heo Chien Sa (Grilled Pork & Rice)
Lalu kami melanjutkan perjalanan ke hotel. Setelah muter-muter nyari hotel, nanya orang sana sini (yang rata-rata gak mengerti bahasa Inggris), akhirnya kami tiba di Asian Ruby Central Hotel. Hotel kami letaknya gak begitu jauh dari Ben Tanh Market yang merupakan spot belanja paling terkenal di HCMC. Hotel-nya kecil sih, tapi cukup tinggi ada 11 lantai kalau gak salah. Mama memesan 2 kamar, jadi mama tidur sama aku, dan papa tidur sama koko. Kamarnya bersih, walaupun gak ada jendela. Waktu itu mama dapat promo, jadi 1 malam di hotel ini hanya sekitar Rp. 400.000 untuk 1 kamar. Murah banget kan? Kami semua juga dapat breakfast.

Kasur di Asian Ruby Central Hotel
Setelah istirahat sebentar dan mandi, kami mulai menjelajahi daerah di sekitar hotel. Kami memutuskan untuk pergi ke Pham Ngu Lao. Katanya mama ini daerah turis gitu, banyak penginapan untuk backpacker. Lalu kami tiba di sana dan ternyata...... Ini daerah yang banyak diskotik gitu, mirip di Kuta, Bali, banyak bule juga. Yang membedakan dengan Kuta adalah, disini banyak wanita wanita... ehem.. gak usah saya sebutkan lah ya. Agak kaget juga pas sampai disini.

Lalu kami makan malam di dekat sini, tepatnya di sebuah daerah bernama Bui Ven. Koko memesan nasi dan pork ribs, papa pesan nasi dan pork ear. Aku lupa harganya berapa sih, dan gak sempat foto juga. Tapi lumayan enak kok dan gakk begitu mahal. Sekitar 40000 VND kalau gak salah. Kami juga memesan kopi di kedai kopi di sampingnya, hargannya 15000 VND. Oh iya jangan kaget kalau Ice Coffee di Vietnam itu SEMUANYA lebih banyak es-nya ketimbang kopi-nya! Kami sempat kesal saat pertama kali minum ice coffee di Vietnam ini karena baru sebentar diseruput, eh udah abis aja, tapi es-nya masih banyak. Ternyata setelah minum ice coffee di berbagai tempat lainnya, semuanya juga sama!

Ice Coffee with Milk. 15000 VND (Sekitar Rp. 9.000)
Lalu kami jalan teruss melewati daerah ini dan sampai diujung, sudah jalanan biasa lagi. Nah ternyata dekat situ ada tempat yang menjual street food. Di sana lah kami mencoba makan Banh Mi, makanan khas Vietnam juga. Seperti hot dog tapi roti nya keras seperti roti bagel. Di dalamnya terdapat sayur seperti ketimun, daun mint, dan ada daging di dalamnya (kami memilih pork). Enak lho banh mi ini, wajib dicoba kalau ke Vietnam!

Banh Mi. Harga: 17.000 VND (Sekitar Rp. 10.000)

Setelah itu, kami makan banh mi sambil jalan balik ke hotel. Bener-bener hari yang melelahkan, karena jaraknya cukup jauh jalan kaki dari hotel ke sini.

Part 1 sampai sini dulu, cerita selanjutnya akan ada di part 2 ya :)

1 comment:

Feel free to comment here :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...